Langkah PGRI Terkait Keterlambatan TPP 2014
Langkah PGRI Terkait Keterlambatan TPP 2014. Hingga hari ini 1 Mei 2014, tunjangan profesi guru (TPG) PNS daerah triwulan I 2014 belum juga dicairkan oleh Pemerintah Daerah?KOta. Padahal, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M. Nuh sudah memberikan tenggat waktu paling lambat 30 April, bahkan Nuh bahkan mengancam akan melaporkan kepala pemda yang tak cairkan dana TPG hingga akhir bulan April ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Pencairan TPP Triwulan I 2014
Menurut Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia Sulistyo (dalam jpnn.com), hingga kemarin, masih banyak pemerintah daerah/kota yang belum memberikan TPG pada guru-guru di daerah. laporan tersebut ia terima dari perwakilan PGRI di beberapa kota."Semarang misalnya, katanya SKPT (surat keputusan tunjangan profesi) sudah diterbitkan. Nyatanya daerah bilang belum terbit. Ya akhirnya, daerah tidak mau membayar dan guru tidak menerima TPG mereka," ujar Sulistyo di Jakarta, kemarin.
Semarang mungkin sebagai salah satu contoh, namun laporan serupa juga ia terima dari perwakilan PGRI di Bengkulu. Dari 1500 guru yang seharusnya menerima TPG, baru 600 guru yang telah dikeluarkan SKPTnya.
Padahal dana udah ada di daerah sejak 8 April lalu.
Mungkin pak manteri tidak bermaksud bohong. Tapi ini sudah tanggal 30 April (kemarin, sekarang 1 Mei 2014).
Tak sabar menunggu lamanya kejelasan dari Kemendikbud, pihaknya berencana melaporkan lamanya pencairan dana TPG ini ke pihak ombudsman. Surat pengaduan tersebut telah dikirim oleh PGRI kemarin siang. Sulistyo berharap, dengan adanya laporan tersebut, ombudsman bisa membantu kebuntuan para guru dalam mendapatkan hak mereka
Kata kunci : Langkah PGRI Terkait Keterlambatan TPP 2014, Pencairan TPP 2014 Tri Wulan I
